Bunga Dalam Lukisan Dekoratif Ruang Tamu

Dari semua seni yang dapat dilihat, hanya seni dekoratif yang bisa menciptakan suasana hati dan bisa membentuk temperamen dalam diri ke arah yang lebih baik. Banyak pelukis di dunia yang memiliki minat mendalam terhadap objek bunga, bahkan seperti halnya penggemar moge. Para pelukis bunga kemudian memiliki komunitas sendiri, dari komunitas itu lahir gagasan khas. Lukisan-lukisan bunga tersebut dipilah-pilih dalam beberapa katagori,sesuai dengan kelompok bunga yang dihasrati oleh masing-masing senimannya. Dan setiap seniman mengadirkan bunga-bunga tersebut secara statistik,lantaran bunga hayati dan dikerjakan dalam prinsip more suro,menurut cara pelukis sendiri-sendiri
Pelukis modern lain banyak mengeksploitasi bunga di antaranya, Giorgia O’ Keefe, yang menjadikan si bunga sering sebagai benda anonim, tetapi di “ratu” kan di kanvasnya. Di mana pun ia singgah, bunga-bunga dicari karakter bunga, keindahan supaya di lihat dalam ruangan sangat indah. Dan dalam pendalamannya atas kehidupan bunga itulah ia menyaksikan betapa tiada bunga yang tidak menyimpan estetika. Semua bunga ternyata indah walaupun di lukis dan di pasang di sebuah ruang keluarga. Lukisan-lukisan bunga dan pernak pernik keindahan bunga denga potensi penyiasatan komponen artistik di atas kanvas. Dan gambaran realitas yang ia dapatkan dikehidupan lagi lewat pembagian bidang serta permainan komposisi yang bebas. Juga lewat pembelahan warna dan bentuk hingga kadang menyerupai faset-faset. Kemolehan visual yang ia tangkap, acap diperdalam imajinasinya lewat abstarksi-abstraki. Dan di dalam kanvas-kanvas yang padat, di sela sela warna yang meriah penuh gairah, lalu terjumpai bayang-bayang liar yang lewat tanpa diduga.
Keadaraan orang terhadap kebesaraan sang bunga terasa menggetar sejak 5000 tahu silam, yakni ketika manusia purba muai meneukan si molek tersebut di ujung tartika dan di selisip rimba-rimba tropik. Dan pada masa itu, bunga di biarkan tumbuh liar dan eksis sebagai penghias alam lepas. Baru mulai kurun 3000 tahun silam orang-orang mesir melihat bunga sebagai aset alam yang harus direspon oleh kebudayaan manusia dengan cara melukis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *